Pada Malam yang Mencumbu Hujan

September 16, 2010 § 2 Comments

Atas nama alam semesta, reguklah seluruh udara yang Tuhan limpahkan untukmu, hirup sedalam-dalam yang kau mampu, dan nikmati setiap lekuk kenikmatan, ketika deru nafas mulai mengembang-kempiskan dadamu, yang senantiasa membuatmu tetap hidup. Lalu cumbui dinginnya hujan, yang berlari membasuh wajahmu, turun seketika, menyelinap masuk diserap bumi, hingga tanah pun menghembuskan aroma kehidupan, yang sedari dulu kau rindukan.

Hidup memang sudah seharusnya seperti itu, bersulang dalam bahagia, yang kerap membuatmu tertawa renyah, terasa hangat dan terlihat begitu mempesona. Sayangnya, ketidaksabaran Tuhan, seringkali membuatmu terpaksa menanggung sejuta perih yang mendidih, begitu terik dan menyesakkan, mengupas jiwamu selapis demi selapis, hingga kau terlalu lelah, bahkan hanya untuk sekedar bermimpi. Dan ketika kau coba berteriak, menangis sekencang-kencangnya, kenyataan masih saja seperti itu, selalu sama, tak bergeming sama sekali.

Sungguh, Ketidakberadaanmu, membuat hidup terasa terlalu panjang untuk dilalui. Terkadang, aku terpaksa harus sesekali berhenti, meretas letih yang semakin sering terasa, disela-sela perjalanan, yang kian hari makin terasa membosankan. Masih terlalu banyak persimpangan didepan sana, dan sialnya, semua terlihat sangat sama.

Konon, hidup bisa terasa sedikit lebih indah, ketika kau tak menyimpan terlalu banyak harap. Dan kini, aku telah sandarkan semua mimpi dan harapan yang tersisa, disini, pada malam yang mencumbu hujan.

* Peluk hangat untuk istriku tercinta, Fika *

About these ads

Tagged: , , , , ,

§ 2 Responses to Pada Malam yang Mencumbu Hujan

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

What’s this?

You are currently reading Pada Malam yang Mencumbu Hujan at Satu Momen.

meta

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 258 other followers

%d bloggers like this: