Tiup lilinnya, dan kumandangkan lagi mimpi-mimpimu.

August 10, 2009 § 1 Comment

Detik ini, kau kembali dihadapkan pada pengulangan sebuah momen, dimana kau pernah dilahirkan, beberapa tahun silam. Decak kagum dan rasa syukur, tak henti terucap dari bibirmu, begitupula rangkaian mimpi dan harapan, yang kembali kau kumandangkan ke Yang Maha Kuasa.

Tiba-tiba saja kau kembali ke masa lalu, saat dimana bu guru bertanya padamu, kalau sudah besar mau jadi apa? sontak disudut sana menjawab “pilot”, “dokter”, dan segala macam profesi masa depan yang membanggakan. Lalu dibangku ketiga dari depan, kau, seorang gadis mungil, menatap jauh kedepan, dengan mata berbinar, dan senyum kecil yang terus mengukir, seperti tak sabar menunggu giliran, untuk menumpahkan segala mimpi-mimpimu, yang sudah kau kumpulkan dan tertata rapi di kepalamu.

Tapi sekejap kau merasa bingung, karena mimpi-mimpimu jauh lebih banyak daripada kebanyakan teman-temanmu, lalu kau bergumam dalam hati, apakah pantas, untuk memiliki mimpi lebih dari satu??

Mungkin banyak diantara mereka yang mencibir, kalau kau hanya pemimpi, tapi kau tak perlu ragu, teruslah bermimpi, karena mimpi-mimpi lah yang terus membuatmu bertahan hidup, sampai di titik ini, hingga saat ini, saat dimana kau kembali memejamkan mata, dan meniup lilin-lilin kecil dihadapanmu, untuk kesekian kalinya.

If there’s something that you’re dreaming of then may it all come true, because you deserve it all… HAPPY BIRTHDAY MY DEAR🙂

* Peluk hangat untuk istriku tercinta, Fika *

§ One Response to Tiup lilinnya, dan kumandangkan lagi mimpi-mimpimu.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

What’s this?

You are currently reading Tiup lilinnya, dan kumandangkan lagi mimpi-mimpimu. at Satu Momen.

meta

%d bloggers like this: