Disatu Titik Yang Tak Beranjak

June 2, 2009 § 1 Comment

Walau terdengar sumbang, nyanyian-nyanyian itu sudah lebih dari cukup untuk menelanjangi pemikiran, yang sedari dulu berdiri terlalu congkak. Tak peduli betapa sudah jauhnya malam, hingar bingar tetap saja membahana, dipelupuk mata yang masih juga terjaga. Hatipun kembali bertanya, meski cuma pertanyaan-pertanyaan klise kelas dua, namun rasa-rasanya masih perlu dicari jawabannya.

Memang, membiarkan sesuatu berjalan seperti biasanya, adalah hal yang cukup sederhana. Namun akan menjadi terasa cukup kompleks, ketika kau harus membiarkan sesuatu, namun kau merasa (mungkin) ada yang salah disaat yang bersamaan. Ah, sudahlah.. mungkin aku memang harus berpijak, disatu titik yang tak beranjak, tapi bukan selamanya, paling tidak untuk saat ini.

§ One Response to Disatu Titik Yang Tak Beranjak

  • […] Memang, membiarkan sesuatu berjalan seperti biasanya, adalah hal yang cukup sederhana. Namun akan menjadi terasa cukup kompleks, ketika kau harus membiarkan sesuatu, namun kau merasa (mungkin) ada yang salah disaat yang bersamaan. Ah, sudahlah.. mungkin aku memang harus berpijak, disatu titik yang tak beranjak, tapi bukan selamanya, paling tidak untuk saat ini. – Disatu Titik Yang Tak Beranjak […]

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

What’s this?

You are currently reading Disatu Titik Yang Tak Beranjak at Satu Momen.

meta

%d bloggers like this: