Surga yang kupilih sendiri
January 18, 2011 § 17 Comments
Mungkin saat ini kau sedang berjalan menyusuri garis pantai biru disana, merasakan setiap butir pasir putih, yang terselip disela jemari kaki indahmu. Sesekali, kau juga lengkungkan senyum pada langit sore, yang menghadiahkanmu setangkup senja keemasan, lengkap dengan empat lingkar pelangi yang berwarna-warni. Tentu saja, ada juga siluet batu karang, burung berpasang-pasangan, dan perahu nelayan yang melintas di kejauhan.
Sungguh, aku selalu ingin kau seperti itu. Membayangkanmu mengekal dalam kebahagiaan, membuat jiwaku kembali sepakat untuk berdamai dengan hati, merelakan mimpi-mimpi, lalu kembali melanjutkan hidup yang sudah terlampau hambar. Maafkan aku sayang, yang masih sering terisak di malam hari, ketika mencium aroma kamar kita yang masih sama, dan kau yang tak ada. Maafkan aku juga, yang masih suka menangis di pagi hari, merindukan kecupan kecilmu, yang biasanya memberiku tanda bahwa malam telah usai, semacam angin yang mengucap selamat pagi.
Sepertinya aku semakin sulit memahami rindu. Seketika saja aku bisa mendengar tawa yang pecah seperti hujan, lalu disaat yang sama, mendengar isakan tangis yang tertahan, semacam nyanyi hujan di kejauhan. Andai saja aku bisa menyederhanakan rindu, sesederhana mereguk segelas capuccino hangat, dibawah langit yang gerimis sebuah kafe sudut jalan.
Kau tahu sayang? aku selalu memimpikan untuk pulang. Pulang menuju rumahku yang sesungguhnya. Pulang ke tempat dimana hanya ada kita, dua tungku perapian, dan selimut tebal coklat tua. Apakah ada surga yang lebih indah daripada itu? kalaupun ada, aku akan memilih surgaku sendiri, bersamamu.
Kaulah segala peristiwa, rangkai cerita disepanjang koridor masa, meninggalkan sejuta kata, melabuhkan rahasia, mengekalkan rindu. Apakah waktu, apakah luka, apapun, aku hanya menolak rindu, menyaksikanmu tak ada. Sungguh, segalanya akan menjadi seluruh yang utuh, rinduku, Tuhanku.
* Peluk hangat untuk istriku tercinta, Fika *
[...] This post was mentioned on Twitter by Muhadkly (Acho) and jilaim anjelik, Diny Galyandi. Diny Galyandi said: Indah..!! Pasti #lovelyfika bangga punya suami ky km te, miss her :'( RT @muhadkly Surga yg kupilih sendiri http://bit.ly/eHazt8 #LovelyFika [...]
masih kadang sulit percaya, apabila ada lelaki yang bisa mencintai wanita seperti ini, atau mungkin kalbu-ku yang dibuat buta sejak muda dulu, bahwa mereka itu ada… what a lucky wife
Sungguh beruntungx vika mempunyai suami sperti aco yg tulus mencintai dan mempunyai harapan,motivasi d akhir hidupx untk bersatu bersama vika.luar biasa.mas aco makasiih byk ya tulisan”x bs mmbuat saya mengerti sebuah cinta yg abadi
sabar bang..
selalu takjub tiap baca kata kata…kalimat kalimat…
Kau tahu sayang? aku selalu memimpikan untuk pulang. Pulang menuju rumahku yang sesungguhnya. Pulang ke tempat dimana hanya ada kita, dua tungku perapian, dan selimut tebal coklat tua. Apakah ada surga yang lebih indah daripada itu? kalaupun ada, aku akan memilih surgaku sendiri, bersamamu.’
speechless
Speechless
merinding… makasih acho sudah mengajarkan mencintai wanita dengan benar…
one in a million….seperti mengingatkan bahwa masih ad laki2 yg menjaga kesakralan perkawinan..
*speechless*
this is so Romantic, saya suka tulisannya om, sederhana tapi penuh dengan Sesuatu
cho blog lu keren.. nyentuh bgt.. izin backlink blog lu ya..
Diksi yang cantik..
Terima kasih sudah mencintainya seperti itu kakak. Dia mungkin tak sabar menunggumu di sana. Kirimkanlah doa, dan terus jalani hidup ini.
kalimat dalam tulisan ini bermakna dalam sekali
Baru baca tulisan-tulisan di blog ini dan baru sadar kalo Fika yang dimaksud, teh Fika yang gue kenal. Sempet sekantor waktu di Virtual walaupun sebentarrr banget. Teh Fika selain cantik, orangnya baik banget.. Insya Alloh teteh bahagia disana :’)
saya sadar melihat katakata ini ..
Cinta seperti ini……. ……… Man, seriously I need to talk to you
Dua sisi yang berbeda, ….
seorang comic yang lucu namun cerdas yang sering membuat ku lupa bagaimana tersenyum anggun
serta seorang suami yang romantis yang memahami arti kebersamaan….”kaulah segala peristiwa, rangkai cerita disepanjang koridor masa “…..
semangaat Acho…